Kamu hobi dan tertarik dengan dunia fotografi? Kali ini The Sound of Movement (TSOM) mengajak kamu untuk kenal lebih dekat dengan dua fotografer muda yaitu Andra Alodita (Andra) dan Shadtoto Prasetio (Pras).

Andra dan Pras sudah menyukai dunia fotografi selama 9 tahun dan mulai menekuninya sebagai proefesi sejak 3 tahun yang lalu. Apa ya yang mendasari kesukaan mereka terhadap fotografi?

Andra Alodita

Andra Alodita

Andra : “Gue suka motret untuk mensyukuri apapun yang ada dalam hidup dan meng-capture momen-momen yang gue alami.”

Pras : “Dari kecil gue suka yang namanya visual. Dari 6 SD udah liat videoklip Nirvana, Smashing Pumpkins, Oasis dan lain-lain. Sekarang pun gue pegang videography. Dua-duanya gue suka.”

TSOM : “Jadi, suka fotografi bukan karena ikut-ikutan?”

Andra : “Kalau cuma karena ikut-ikutan, gak mungkin sampai 9 tahun gini lah.. Dari SMA udah suka ngotak-ngatik kamera. Gak kerasa kok 4 tahun hobi tersebut gak ilang-ilang, pas lulus kuliah memutuskan untuk jadi fotografer aja.”

Ternyata Andra & Pras belajar fotografi secara otodidak. Walaupun kuliahnya gak terlalu beda jalur juga sih. Andra kuliah design grafis sedangkan Pras kuliah komunikasi jurusan perfilman.

Shadtoto Prasetio

Shadtoto Prasetio

TSOM : “Denger-denger Andra rajin nge-blog ya?”

Andra : “Dari dulu gue sering update blog dengan cerita dan foto-foto. Bagi gue, blog adalah diary. Awalnya hanya share apa yang gue lihat, terus lama-lama jadi banyak yang baca dan suka.”

TSOM : “Apa yang terpenting untuk menjadi seorang fotografer?”

Andra : “Konsistensi dan komitmen itu penting!”

Pras : “Kalau menurut gue, terus lah berkarya tanpa memikirkan ending-nya kayak

apa…”

TSOM : “Yang namanya proses kan gak selalu mulus, pernah ngerasa stuck dan

pengen berhenti aja?”

Andra & Pras : “Pernah banget! Tapi dengan segala masalah yang kami hadapi saat

memotret, justru bikin makin kreatif. Lama-lama jadi tahan banting.”

TSOM : “Tekanan seperti apa sih yang biasa dialami oleh fotografer?”

Andra : “Kadang ada aja sih.. Namanya juga orang lagi belajar… Hehehe! Dulu waktu kuliah pernah nangis-nangis di kantin karena gambar gue dicela dosen. Tapi saat itu temen gue bilang; ‘Ndra, apapun gambar lo, mau itu kayak anak kecil atau kayak ceker ayam, semua ada pasarnya!’”

Menurut Andra dan Pras, setiap fotografer itu punya taste dan style yang berbeda-beda. Walaupun kamera yang dipakai sama, studionya sama, orang-orang behind the scene nya sama. Bahkan Andra dan Pras punya karakter masing-masing saat motret.

TSOM : “Coba gambarkan style motret kalian dalam tiga kata!”

Pras : “Dark, moody, drama. Gue anaknya emang drama banget! Hahaha..”

Photography by Shadtoto Prasetio

Photography by Shadtoto Prasetio

Andra : “Kalau gue : personal, cantik dan sweet.”

Photography by @Alodita

Photography by @Alodita

TSOM : “Gimana cara menemukan karakter motret masing-masing?”

Andra : “Latihan terus, bawa kamera kemana-mana, banyak liat majalah atau

browsing internet.”

Pras : “Menurut gue, gak ada orang yang bisa menentukan karya lo harus kayak apa, kecuali diri lo sendiri.”

Andra : “Tips dari gue, kalau mau lebih sensitif, maksimalkan 5 panca indera lo. Hal tersebut penting untuk seorang fotografer.”

TSOM : “Pencapaian apa yang sudah kalian raih?”

Andra : “Di-endorse sama salah satu merk kamera, bisa jadi endorser breast cancer

Campaign dan motret artis-artis tertentu.”

Kalau bagi Shadtoto Prasetio, salah satu pencapaian yang sudah dia raih adalah membuat solo exhibition yang diselenggarakan tanggal 18 Mei ini. Ini merupakan solo exhibiton pertamanya, dengan tema : Flirt With Disaster. Konsepnya mengangkat media issue terutama TV dan diaplikasikan ke fashion photography. Sayangnya, exhibition ini tidak terbuka untuk umum.

TSOM : “Gimana rasanya bikin pameran sendiri?”

Pras : “Gue gak suka menyebutnya pameran. Gak suka dibilang ‘mamer’. Hahaha! Ini bisa dibilang kontribusi dan apresiasi karya gue terhadap pekerjaan yang gue cintai.”

TSOM : “Andra gak pengen bikin exhibiton juga?”

Andra : “Pengen sih bikin exhibition, tapi lebih pengen bikin buku. Nanti foto-fotonya ada di buku itu.”

TSOM : “Kalian punya ritual tertentu saat mengerjakan satu proyek gak?”

Pras : “Gak ada. Gue selalu gelisah tiap punya satu project, jadi gak punya ritual untuk menghilangkan gelisah itu. Palingan ya sholat lah…”

Andra : “Ritual gue setiap ada satu project yaitu mikirin di otak plan A, B, C-nya. Terus yang paling penting harus makan dan banyak minum air putih! Penting untuk menjaga mood.”

Penasaran dengan hasil jepretan Andra Alodita dan Shadtoto Prasetio? Silahkan mampir ke blog mereka di http://alodita.blogspot.com dan http://shadtotoprasetio.blogspot.com! Thanks Andra and Pras for sharing with us! :)

Be Inspiring, Share!
    Tagged with:
     

    Comments are closed.