Memiliki masa lalu yang cukup berat menjadikan Alit yang sekarang lebih dikenal dengan account twitter @Shitlicious, seorang penulis, comic dan creativepreuner.
Berawal dari kegemarannya untuk menceritakan pengalaman hidup dari kejadian sehari-hari, akhirnya membuat Alit memutuskan untuk menulis dan mengumpulkan cerita hidupnya dalam sebuah blog yang dinamakan www.shitlicious.com.
TSOM : “Apa yang lo tulis sangat personal ya?”
Alit : “Iya, karena gue percaya supaya orang bisa menikmati apa yang kita tulis, kita harus jujur pada diri sendiri melalui tulisan kita.”
TSOM : “Jujur dalam menulis menurut persepi Alit tuh gimana ukurannya?”
Alit : “Akuin apa yang lo punya, ngga usah jaim, sok keren, apa yang ada aja asal jujur, pasti bisa dinikmati.”
TSOM : ”Tulisannya menjadi relatif lucu ya.”
Alit : ”Iya, itu dia terutama, karena komedi adalah cara yang paling mudah untuk mendekati anak muda.”
Baginya menulis adalah upaya dirinya untuk menghargai hidup. Bersyukur dan menikmati segala impian yang diberikannya menjadi motivasi untuk menulis. Sebagai langkah awal terwujudnya buku yang berjudul “Shitlicious”, Alit sengaja mencetak sendiri tulisannya kemudian meminta teman-teman untuk membacanya. Dari situ Alit mendapat dorongan dari teman-temannya untuk menerbitkan buku. Hebatnya, walaupun sebanyak 12 penerbit menolak naskah bukunya tapi Alit ngga menyerah.
Alit : ”Alhamdulillah 12 penerbit nolak, hahaha. Disitu gue mengingat semua dukungan yang pernah gue dapat. Gue punya pedoman, kalo lo lagi berjuang, jangan lihat orang yang udah diatas dan enak-enakan tapi lihat sudah seberapa jauh lo melangkah, seberapa banyak support yang lo dapat, maka lo ngga akan berhenti cuma karena sandungan-sandungan kecil.”
TSOM : ”Jadi fokus sama hal- hal yang lo punya dan keep positive ya, dari pada fokus sm hal-hal yang ngga dipunya dan berpikiran negatif..”
Ternyata dibalik penampilannya yang lucu, menarik dan atraktif, Alit adalah seseorang yang memiliki pandangan-pandangan serta pemikiran yang mendalam terhadap hidupnya, yang akhirnya mampu mejadikan dirinya yang sekarang.
TSOM : “Kedepannya ada rencana apa dari seorang Alit? Ada sesuatu yang sedang dikerjakan?”
Alit : “Gue mau balik ke Jogja, rindu sama kesederhanaan dulu waktu disana. Kalo disana gue beli buku susah, harus nabung akhirnya setiap lembar gue nikmatin. Sekarang di Jakarta gue bisa beli tiga novel, terus sampe rumah ngga gue baca. Gue percaya kesederhanaan itu adalah kemewahan sejati di mata Tuhan, semakin sedikit yang kita punya semakin kita bisa menghargainya.”
Menarik ya! Langsung aja yuk dengerin podcast-nya TSOM untuk tau lebih banyak perbincangan Abenk sama Alit, dan tertawa bareng mereka. Hehehe.
Jangan lupa follow @Shitlicious ya, untuk dapetin tips dan trik tentang menulis, juga lebih mengenal Alit lewat www.shitlicious.com , seorang mahasiswa abadi
-
Armand Stiffler
-
neeq
-
M. Ervirdi









